Kamis, 05 Agustus 2010

SISTEMATIKA FILSAFAT

A. Ontologi
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu, bagaimana wujud hakikinya, serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan meng-indera yang membuahkan pengetahuan.

Objek telaah Ontologi tersebut adalah yang tidak terlihat pada satu perwujudan tertentu, yang membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. Adanya segala sesuatu merupakan suatu segi dari kenyataan yang mengatasi semua perbedaan antara benda-benda dan makhluk hidup, antara jenis-jenis dan individu-individu.
Dari pembahasannya memunculkan beberapa pandangan yang dikelompokkan dalam beberapa aliran berpikir, yaitu:
1. Materialisme;
Aliran yang mengatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu yang ada itu adalah materi. Sesuatu yang ada (yaitu materi) hanya mungkin lahir dari yang ada.
2. Idealisme (Spiritualisme);
Aliran ini menjawab kelemahan dari materialisme, yang mengatakan bahwa hakikat pengada itu justru rohani (spiritual). Rohani adalah dunia ide yang lebih hakiki dibanding materi.
3. Dualisme;
Aliran ini ingin mempersatukan antara materi dan ide, yang berpendapat bahwa hakikat pengada (kenyataan) dalam alam semesta ini terdiri dari dua sumber tersebut, yaitu materi dan rohani.
4. Agnotisisme.
Aliran ini merupakan pendapat para filsuf yang mengambil sikap skeptis, yaitu ragu atas setiap jawaban yang mungkin benar dan mungkin pula tidak.

B. Epistemologi
Objek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang dan bagaimana mengetahuinya, bagaimana membedakan dengan yang lain. Jadi berkenaan dengan situasi dan kondisi ruang serta waktu tentang sesuatu hal. Landasan epistemologi adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperoleh kebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, serta apa definisinya. Epistemologi moral menelaah evaluasi epistemik tentang keputusan moral dan teori-teori moral.
Dalam epistemologi muncul beberapa aliran berpikir, yaitu:
1. Empirisme;
Yang berarti pengalaman (empeiria), dimana pengetahuan manusia diperoleh dari pengalaman inderawi.
2. Rasionalisme;
Tanpa menolak besarnya manfaat pengalaman indera dalam kehidupan manusia, namun persepsi inderawi hanya digunakan untuk merangsang kerja akal. Jadi akal berada diatas pengalaman inderawi dan menekankan pada metode deduktif.
3. Positivisme;
Merupakan sistesis dari empirisme dan rasionalisme. Dengan mengambil titik tolak dari empirisme, namun harus dipertajam dengan eksperimen, yang mampu secara objektif menentukan validitas dan reliabilitas pengetahuan.
4. Intuisionisme.
Intuisi tidak sama dengan perasaan, namun merupakan hasil evolusi pemahaman yang tinggi yang hanya dimiliki manusia. Kemampuan ini yang dapat memahami kebenaran yang utuh, yang tetap dan unik.

C. Aksiologi
Aksiologi adalah filsafat nilai. Aspek nilai ini ada kaitannya dengan kategori: (1) baik dan buruk; serta (2) indah dan jelek. Kategori nilai yang pertama di bawah kajian filsafat tingkah laku atau disebut etika, sedang kategori kedua merupakan objek kajian filsafat keindahan atau estetika.
1. Etika
Etika disebut juga filsafat moral (moral philosophy), yang berasal dari kata ethos (Yunani) yang berarti watak. Moral berasal dari kata mos atau mores (Latin) yang artinya kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia istilah moral atau etika diartikan kesusilaan. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia, sedang objek formal etika adalah kebaikan atau keburukan, bermoral atau tidak bermoral.
Moralitas manusia adalah objek kajian etika yang telah berusia sangat lama. Sejak masyarakat manusia terbentuk, persoalan perilaku yang sesuai dengan moralitas telah menjadi bahasan. Berkaitan dengan hal itu, kemudian muncul dua teori yang menjelaskan bagaimana suatu perilaku itu dapat diukur secara etis. Teori yang dimaksud adalah Deontologis dan Teologis.
a. Deontologis.
Teori Deontologis diilhami oleh pemikiran Immanuel Kant, yang terkesan kaku, konservatif dan melestarikan status quo, yaitu menyatakan bahwa baik buruknya suatu perilaku dinilai dari sudut tindakan itu sendiri, dan bukan akibatnya. Suatu perilaku baik apabila perilaku itu sesuai norma-norma yang ada.
b. Teologis
Teori Teologis lebih menekankan pada unsur hasil. Suatu perilaku baik jika buah dari perilaku itu lebih banyak untung daripada ruginya, dimana untung dan rugi ini dilihat dari indikator kepentingan manusia. Teori ini memunculkan dua pandangan, yaitu egoisme dan utilitarianisme (utilisme). Tokoh yang mengajarkan adalah Jeremy Bentham (1742 – 1832), yang kemudian diperbaiki oleh john Stuart Mill (1806 – 1873).
2. Estetika
Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aisthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indak atau tidak indah.

Dalam perjalanan filsafat dari era Yunani kuno hingga sekarang muncul persoalan tentang estetika, yaitu: pertanyaan apa keindahan itu, keindahan yang bersifat objektif dan subjektif, ukuran keindahan, peranan keindahan dalam kehidupan manusia dan hubungan keindahan dengan kebenaran. Sehingga dari pertanyaan itu menjadi polemik menarik terutama jika dikaitkan dengan agama dan nilai-nilai kesusilaan, kepatutan, dan hukum.
Diterbitkan di: Maret 02, 2009

Pengantar Filsafat Ilmu - Presentation Transcript
1. FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN Prepared by Mr. Don Bosco Doho, S.Phil, MM
2. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Mengapa filsafat ilmu pengetahuan?
o Apa gunanya belajar filsafat ilmu pengetahuan?
o Filsafat dipahami sebagai upaya, proses, metode, cara, dambaan untuk terus mencari kebenaran. Dambaan ini muncul dalam sikap kritis untuk selalu mempersoalkan apa saja untuk sampai pada kebenaran paling akhir, yang paling mendalam.
o Filsafat dilihat sebagai upaya untuk memahami konsep atau ide-ide. Dengan bertanya orang lalu berpikir tentang apa yang ditanyakan. Dengan bertanya orang berusaha menemukan jawaban atas apa yang ditanyakan.
3. Pengantar (Lanjutan…)
o Filsafat tidak pernah menemukan titik akhirnya, sebagai sebuah pencarian dan perburuan akan kebenaran yang tak mengenal titik akhir. Atas dasar itulah, filsafat sering disebut sebagai ilmu yang berupaya mencari “yang paling akhir”, “yang paling dalam”, “yang paling benar”.
o Filsafat, entah dipelajari di ruang kuliah, dibaca, didengar, atau dipraktekkan sendiri sesungguhnya mengajak kita untuk mempertanyakan, mempersoalkan, mengkaji, dan mendalami hidup ini dalam segala aspeknya. Atas dasar inilah, Sokrates mengatakan: “Hidup yang tidak dikaji, tidak layak dihidupi”. Artinya, menjalani kehidupan ini tanpa mempersoalkannya sama dengan dengan hidup sebagai orang buta.
4. Pengantar (Lanjutan…)
o Jadi, salah satu sikap yang akan muncul dengan sendirinya dari filsafat adalah sikap kritis, yakni tetap mempertanyakan apa saja, sikap tidak puas dengan jawaban yang ada, tidak percaya akan apa saja, dan selalu ingin tahu lebih dari yang sudah diketahui.
o Dalam filsafat, kita mempertanyakan apa saja dari berbagai sudut, khususnya dari sudut pandang paling umum dan mendasar menyangkut hakekat, inti, pengertian paling dasar.
o Dalam ilmu pengetahuan, yang dipertanyakan hanya satu saja kenyataan yang digumuli oleh ilmu itu dan dipertanyakan dari sudut pandang ilmu yang bersangkutan.
5. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Filsafat ilmu pengetahuan adalah cabang filsafat yang mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
o Hal-hal yang dipersoalkan dalam filsafat ilmu
o pengetahuan, misalnya :
o 1. Apakah kebenaran itu bersifat mutlak atau
o relatif ?
o 2. Manakah metode yang dapat diandalkan ?
6. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Filsafat pengetahuan adalah cabang ilmu filsafat yang mengkaji segala sesuatu yang berkaitan dengan pengetahuan manusia pada umumnya.
o Pertanyaan filsafat pengetahuan, misalnya :
o 1. Bagaimana manusia bisa tahu ?
o 2. Dari mana sumber pengetahuan manusia ?
7. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Menurut polanya, pengetahuan dibedakan menjadi 4 macam :
o 1. Pengetahuan tahu bahwa
o B ersifat informatif.
o Misalnya : Saya tahu bahwa presiden pertama Republik Indonesia adalah Soekarno.
o 2. Pengetahuan tahu bagaimana
o Bersifat praktis.
o Misalnya: Saya tahu bagaimana memperbaiki komputer yang rusak.
8. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o 3. Pengetahuan tahu akan/mengenai
o Bersifat subyektif. Maksudnya pengetahuan ini diperoleh berdasarkan sebuah pengalaman dan keterlibatan langsung dan bersifat personal dengan apa yang diketahui.
o Misalnya : Saya tahu tentang sesuatu karena
o saya mempunyai pengalaman dengan sesuatu itu.
9. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o 4. Pengetahuan tahu mengapa
o Bersifat teoritis, memuat penjelasan
o menyangkut hubungan sebab akibat.
o Misalnya : Mengapa sesuatu itu terjadi ?
10. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Keyakinan adalah sikap mental seseorang sehubungan dengan sebuah obyek yang disadarinya sebagai ada atau harus terjadi.
o Obyek yang menjadi keyakinan itu tidak harus ada atau terjadi, sedangkan dalam pengetahuan, obyek yang disadari sebagai ada atau harus terjadi. Jika tidak ada atau tidak terjadi itu bukan lagi pengetahuan
11. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Bagi sebagian orang, pengetahuan itu ada dan mungkin. Artinya, manusia memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu
o Namun sebagian yang lain mengatakan pengetahun adalah hal yang mustahil. Artinya, manusia tidak mungkin dan tidak bisa tahu tentang sesuatu apa pun. Dengan kata lain, pengetahuan itu tidak ada.
12. PENGANTAR FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
o Orang yang menganut paham seperti ini disebut kaum skeptis. Sedangkan paham itu sendiri dinamakan skeptisisme.



Filsafat Ilmu
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Filsafat ilmu sangat penting peranannya terhadap penalaran manusia untuk membangun ilmu. Sebab, filsafat ilmu akan menyelidiki, menggali, dan menelusuri sedalam, sejauh, dan seluas mungkin semua tentang hakikat ilmu. Dalam hal ini, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan akar dari semua ilmu dan pengetahuan.
Beberapa pandangan mengenai filsafat ilmu
Filsafat ilmu merupakan suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah.

Filsafat ilmu adalah pembandingan atau pengembangan pendapat-pendapat masa lampau terhadap pendapat-pendapat masa sekarang yang didukung dengan bukti-bukti ilmiah.

Filsafat ilmu merupakan paparan dugaan dan kecenderungan yang tidak terlepas dari pemikiran para ilmuwan yang menelitinya.

Filsafat ilmu dapat dimaknai sebagai suatu disiplin, konsep, dan teori tentang ilmu yang sudah dianalisis serta diklasifikasikan.

Filsafat ilmu adalah perumusan pandangan tentang ilmu berdasarkan penelitian secara ilmiah.
Inti sari filsafat ilmu
• kebenaran
• fakta
• logika
• konfirmasi

Ciri-ciri dan cara kerja filsafat ilmu
• Mengkaji dan menganalisis konsep-konsep, asumsi, dan metode ilmiah.
• Mengkaji keterkaitan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya.
• Menkaji persamaan ilmu yang satu dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan persamaan kedudukan masing-masing ilmu.
• Mengkaji cara perbedaan suatu ilmu dengan ilmu yang lainnya.
• Mengkaji analisis konseptual dan bahasa yang digunakannya.
• Menyelidiki berbagai dampak pengetahun ilmiah terhadap:
o cara pandang manusia
o hakikat manusia
o nilai-nilai yang dianut manusia
o tempat tinggal manusia
o sumber-sumber pengetahuan dan hakikatnya
o logika dengan matematika
o logika dan matematika dengan realitas yang ada

Cara filsafat ilmu melakukan penelitian, pengkajian, dan penyelidikan meliputi:
• sebab akibat
• pemastian
• penggolongan
• pengendalian
• hukum
• pengukuran
• model
• ramalan
• kemungkinan
• teori
• pembenaran
• deduksi
• definisi
• fakta empiris
• induksi
• hipotesis

Fungsi filsafat ilmu
• Alat untuk menelusuri kebenaran segala hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah.
• Memberikan pengertian tentang cara hidup dan pandangan hidup.
• Panduan tentang ajaran moral dan etika.
• Sumber ilham dan panduan untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.
• Sarana untuk mempertahankan, mendukung, menyerang atau juga tidak memihak terhadap pandangan filsafat lainnya.

Melihat uraian di atas, filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu. Dengan demikian, filsafat ilmu sangatlah penting peranannya bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Tentu juga, filsafat ilmu sangat bermanfaat bagi manusia untuk menjalani berbagai aspek kehidupan.

Definisi Ilmu
Oleh: AsianBrain.com Content Team
Definisi ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum sebab-akibat dalam suatu golongan masalah yang sama sifatnya, baik menurut kedudukannya (apabila dilihat dari luar), maupun menurut hubungannya (jika dilihat dari dalam).

--Mohammad Hatta--

Definisi ilmu dapat dimaknai sebagai akumulasi pengetahuan yang disistematisasikan
-------Suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris.Ilmu dapat diamati panca indera manusia ------- Suatu cara menganalisis yang mengizinkan kepada para ahlinya untuk menyatakan -suatu proposisi dalam bentuk: "jika,...maka..."

--Harsojo, Guru Besar Antropolog, Universitas Pajajaran--


Definisi ilmu bergantung pada cara kerja indera-indera masing-masing individu dalam menyerap pengetahuan dan juga cara berpikir setiap individu dalam memroses pengetahuan yang diperolehnya. Selain itu juga, definisi ilmu bisa berlandaskan aktivitas yang dilakukan ilmu itu sendiri. Kita dapat melihat hal itu melalui metode yang digunakannya.
Sifat-sifat ilmu
Dari definisi yang diungkapkan Mohammad Hatta dan Harjono di atas, kita dapat melihat bahwa sifat-sifat ilmu merupakan kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yang...
1. Berdiri secara satu kesatuan,
2. Tersusun secara sistematis,
3. Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebabnya yang meliputi fakta dan data),
4. Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset.
5. Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya.
6. Universal, ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini.
7. Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan-pengatahuan dan penemuan-penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya.


Dari penjelasan di atas, kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. Sebab, definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut: Segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktivitas panca indera untuk mengetahui, yaitu terungkapnya suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh, luas, dan dalam dari pengetahuan.
Mengapa ilmu hadir?
Pada hakekatnya, manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebab, banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Oleh sebab itulah, timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadi ilmu.
Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu?
Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah, manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan, ilmu kesehatan, dan lain-lain. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia.
Dengan apa manusia memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu?
Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Jadi, ilmu tidak hanya diam di satu tempat atau di satu keadaan. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berpikir manusia.
Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA & TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar